Sri Mulyani: Pajak Pulsa untuk Distributor, Bukan Konsumen

Ilustrasi Orang sedang mengunakan HP | Pixabay

BERITARADIORJM.COM - Melalui unggahan di akun Instagramnya @smindrawati Menteri Keuangan sri mulyani Indrawati memberikan penjelasan terkait kebijakan pemajakan atas pulsa/kartu perdana, token listrik dan voucer. 

Sri Mulyani mengatakan pemajakan atas pulsa berlaku hanya untuk distributor tingkat II (server). Sehingga distributor tingkat pengecer yang menjual kepada konsumen akhir tidak perlu memungut PPN lagi.

Menurutnya engan adanya kebijakan tersebut masyarakat tak perlu khawatir adanya kenaikan harga. Pasalnya kata ia ketentuan pemajakan itu tidak berpengaruh terhadap harga pulsa /kartu perdana, token listrik dan voucer.

Baca Juga :

"Penjelasan mengenai berita pemajakan atas pulsa/kartu perdana, token listrik dan voucer. Ketentuan tersebut tidak berpengaruh terhadap harga pulsa /kartu perdana, token listrik dan voucer," tulis akun bercentang biru itu, Sabtu 30 Januari 2021.

Menurutnya selama ini PPN dan PPH atas pulsa/kartu perdana, token listrik, dan voucer sudah berjalan. Sehingga tidak ada pungutan pajak baru untuk pulsa, token listrik dan voucer.

"Ketentuan tersebut bertujuan menyederhanakan pengenaan PPN dan PPH atas pulsa/kartu perdana, token listrik dan voucer, dan untuk memberikan kepastian hukum," lanjutnya.

Berita Pilihan

Berita Lainnya

Berita Radio Network